oleh

Angkie Yudistia Minta Prioritas Vaksin bagi Disabilitas

SURAKARTA – Staf Khusus Kepresidenan, Angkie Yudistia melakukan kunjungan kerja ke Kota Surakarta, Kamis (3/6/2021). Pada kesempatan tersebut, Angkie meminta dukungan Pemkot Surakarta agar memberikan prioritas vaksinasi bagi penyandang disabilitas.

“Harapan bahwa teman disabilitas di berbagai daerah dapat dirangkul pemerintah daerah. Sesuai arahan kebijakan yang sudah disahkan oleh Bapak Presiden, bisa diimplementasikan sesuai tepat sasaran, dan manfaatnya dapat diterima dengan baik oleh penyandang disabilitas,” ujar Angkie.

Selain koordinasi terkait prioritas vaksinasi bagi kelompok difabel, Angkie juga meminta dukungan Pemkot Surakarta terkait upaya pemulihan kesehatan dan layanan ramah disabilitas, serta pembentukan Komisi Nasional Disabilitas sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Baca Juga  Sanksi Minimal 2 Tahun Penjara Bagi Penimbun Tabung Oksigen dan Obat Terapi Covid-19

“Tadi sudah dibicarakan, terdapat tiga prioritas yang sudah dibahas dengan Mas Gibran (wali kota). Pertama vaksinasi untuk penyandang disabilitas dapat prioritaskan. Kedua pemulihan kesehatan bersama-sama, bangkit, penyandang disabilitas dapat mengakses program-program pemerintah secara inklusif. Ketiga, pembentukan Komisi Nasional Disabilitas sebagai amanat Undang-undang No 8 Tahun 2016 dan peraturan Presiden terkait lembaga nasional,” jelasnya

Baca Juga  Masuk PPKM Level 1, Target Pekanbaru dalam Dua Pekan

Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming memastikan, Pemkot Surakarta telah melakukan vaksinasi pada sebagian penyandang disabilitas di Kota Bengawan.

“Untuk vaksinasi disabilitas, di angka 100-an (orang) tapi ini berjalan terus, dan yang jelas ini termasuk prioritas. Kalau ada yang membutuhkan untuk dijemput akan kami jemput,” ujarnya.

Gibran juga menjelaskan, Kota Surakarta telah memiliki berbagai program dan layanan yang ramah disabilitas.

Baca Juga  Dua PMI Asal Malaysia Positif Covid-19 Kabur dari Karantina

“Tadi sudah dipaparkan apa yang sudah kita lakukan di Solo. Solo dulu pernah menjadi tuan rumah (Olympic) Para Games, Solo sudah mempunyai layanan disabilitas, sudah cukup lengkap. Sudah ada BBRSPDF (Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik) Prof dr Soeharso, NPC (National Paralympic Committee). Solo sudah friendly untuk disabilitas walaupun masih banyak kurangnya. Nanti dibantu Mba Angkie,” pungkas Gibran. (*/cr1)

Sumber: jatengprov.go.id

News Feed