oleh

Dua Kelurahan di Mataram Belum Punya Kantor

MATARAM – Kelurahan Cilinaya dan Mayura hingga kini belum punya kantor sendiri. Mereka masih menyewa kantor. “Kami maunya punya kantor, tidak nyewa sepeti sekarang,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, belum lama ini.

Dia meminta pemkot segera meninjau lokasi. Karena anggaran untuk pembangunan dua kantor lurah ini sudah dialokasikan dalam APBD 2021 sebesar Rp 5 miliar. “Kita sama kelurahan Mayura belum punya kantor,” tutur dia.

Diutarakan, kantor lurah yang ditempati di Jalan Abimanyu mengontrak rumah warga. Biaya sewanya Rp 38 juta per tahun. “Setiap tahun berpindah-pindah melayani masyarakat. Karena biaya sewa rumah naik,” kata dia.

Baca Juga  Mendagri Minta Tiap Pemda Evaluasi Program Pengendalian Covid-19

Sementara di satu sisi, lanjut dia, kantor yang ditempati tidak representatif. Halamannya sempit. Aula tidak ada. “Kalau pindah kita repot harus bawa arsip-arsip,” imbuh dia.

Agung sudah mengusulkan ke pemkot terkait kantor lurah Cilinaya yang permanen di Jalan Subak. Tanah yang diusulkan luasnya 3,75 are. Kini, tinggal menunggu pemkot untuk mengecek atau meninjau lokasi untuk dilakukan appraisal.

“Kita sifatnya menerima hasil keputusan pemkot. Kalaupun ndak disetujui kita cari lokasi lain,” katanya.

Baca Juga  Bhakti SMSI Untuk Negeri Sambut HPN 2021

Diutarakan, harga tanah per are di wilayah Cilinaya paling rendah Rp 600 juta. “Banyak yang jual tanah kosong. Tapi Pemkot minta tanah yang ada langsung bangunannya,” ungkap dia, dilansir dari ntb.siberindo.co grup siberindo.co.

Dia berharap pemkot bisa menyetujui Kantor Lurah Cilinaya permanen yang diusulkan di Jalan Abimanyu dengan luas lahan 3,75 are. Karena harga yang ditawarkan pemiliknya di bawah Rp 3 miliar. “Kami ingin kantor lurah permanen bisa terealisasi tahun ini,” harap dia.

Baca Juga  Polri Selidiki Banjir Kalsel, Penyebab Curah Hujan yang Tinggi

Terpisah, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram I Made Putu Sudarsana menuturkan, pemkot sudah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk pengadaan dua kantor lurah. Yakni, Kantor Lurah Cilinaya dan Mayura. Tapi anggaran itu belum bisa direalisasikan secepatnya.

“Kita pelan-pelan. Tidak bisa gerasak gerusuk mengeksekusi anggaran yang lumayan besar untuk satu kantor lurah,” kata dia.

Dijelaskan, ada prosedur sebelum merealisasikan anggaran untuk pengadaan dua kantor lurah tersebut. Tidak serta merta langsung dibelanjakan. Apalagi nilai anggaran itu cukup besar. “Kita endak bisa terburu-buru,” terang Made. (*/cr1)

News Feed