oleh

Pemkot Jajaki Beli Mesin Penghancur Khusus Batok Kelapa

Kota Bengkulu – Untuk menangani masalah sampah batok kelapa di sepanjang kawasan pantai panjang. Pemkot Bengkulu berencana akan membeli mesin untuk menghancurkannya batok kelapa.

Plt. Kadis Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu Rusman Effendy, S.STP, MM, Rabu (17/2) mengatakan penanganan masalah sampah batok kelapa di sepanjang kawasan Pantai Panjang ini butuh perhatian serius karena hampir 80 persen sampah di Pantai Panjang adalah sampah batok kelapa.

“Volume sampah batok kelapa setiap harinya khususnya hari Sabtu dan Minggu mencapai 6-7 kubik,” ujarnya.

Ia menambahkan selama ini sampah tersebut kita angkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul namun Wakil Walikota Bengkulu memiliki pemikiran lain karena sampah batok kelapa tersebut bisa dimanfaatkan untuk pupuk kompos.

Baca Juga  Langkah Cepat Ganjar untuk Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem di Jateng

“Sampah batok kelapa bisa dimanfaakan sebagai pupuk kompos untuk median tanam bibit dan taman-taman yang ada di dalam kota,” katanya.

Rusman menambahkan belum lagi sampah musiman lainnya seperti biji dan kulit durian yang perlu penanganan serius, seperti dilansir dari gorontalo.siberindo.co grup siberindo.co.

Maka dari itu dengan adanya mesin penghancur ini, batok kelapa, kulit dan biji durian serta ranting pohon bisa dihancurkan untuk menjadi pupuk kompos.

Ketika ditanya, dia mengatakan Wawali memang sudah memerintahkan DLH mendatangi bengkel bubut yang ada di Kota Bengkulu untuk pembuatan mesin penghancur tersebut, namun belum ada yang mampu membuat mesin dalamskala besar persekian detik mampu menghancurkan batok kelapa.

Baca Juga  Ada 15 SPKO yang Diserahkan Kesbangpol ke Belasan Ormas

Sementara itu Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi dalam rapat koordinasi penerapan program Merdeka Belajar Merdeka Sampah beberapa waktu lalu mengatakan sampah di pantai panjang 80 persen adalah berupa batok kelapa dan ia belum menemukan pola-pola yang pas untuk mengatasi sampah batok kelapa tersebut.

“Akhirnya kami berpikir salah satunya adalah harus dihancurkan dulu. Maka sekarang sedang dibuat mesin menghancur batok kelapa. Ketika bantok kelapa ini bisa dijadikan pupuk kompos dapat  memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ini soal inovasi dan terobosan,” ujar Dedy.

Dedy mengatakan, anggaran untuk pembelian mesin pelebur atau penghancur tersebut ada di Dinas Lingkungan Hidup (LH).

“Kebetulan ada anggaran di LH untuk pengolahan sampah sistem diasapi atau menggunakan listrik. Awalnya kita ingin beli mesin untuk ngepress dan bakar sampah. Tapi menurut saya kita fokus bagaimana menyelesaikan sampah batok kelapa ini. Maka anggaran tadi tetap digunakan untuk pengelolaan sampah yakni dengan dibelikan mesin penghancur tadi,” jelas Dedy.

Baca Juga  Media, Raffi Ahmad, dan Pengawalan Vaksinasi Covid-19

Untuk sementara, kata Dedy ia perintahkan Dinas LH dan Dinas Pariwisata untuk datang ke bengkel bubut yang ada di Kota Bengkulu yang menyediakan mesin penghancur.

“Nanti batok kelapa tersebut kita masukkan dalam mesin dan keluar sebagai serbuk yang bisa menjadi pupuk. Karena kalau tidak dihancurkan dengan mesin, bekas kelapa itu akan lama hancurnya dan menjadi tumpukan sampah. (*/cr1)

News Feed